Minggu, 30 September 2012

I Will Back


Salam hangat untuk segelitir coklat semangat juga semangkuk ceriaku
aku kehilangan mereka belakangan,
semuanya hilang ditelan kelabu
dia datang tanpa permisi dan pergi tanpa pamit
entah sejak kapan aku berada di antara kelabu
dan sampai kapan pula aku kembali untuk ceriaku,
entahlah, mungkin hanya sang waktu yang mampu menjelaskan itu semua
            aku terus mencari tanpa tahu apa yang aku cari.
            Aku, yang masih terus mencari dalam pekatnya kelabu
            Hingga akhirnya kutemukan ranting kecil yang mampu membuatku bangkit
            Dia kecil namun dia kuat, dia hebat bahkan mungkin lebih hebat dari sinar
Kini aku melihat diriku sendiri
Yang bahkan lebih rapuh dari sebuah ranting kecil
Kuat di luar tapi ringkih di dalam
Kini aku kembali untuk secangkir capucino kebahagiaan
Dengan tangan ini aku berkata “ aku kembali “
Aku kembali dengan semangkuk ceriaku, segelintir coklat emas, dan juga secangkir smile yang lezat
Meski rasanya sedikit hambar namun aku tetap kembali

Minggu, 16 September 2012

Kerinduan Saat Mata Terpejam


Lihatlah langit malam ini,
Bintang-bintang bertebaran namun sesungguhnya ia menangis
Langit seolah telah kehilangan bagian jiwanya.
          Saat mata ini terpejam,  yang ada hanyalah bayanganmu
          Bayangan yang abadi dalam ingatanku.
          Kamu mampu membuatku tersenyum meski dalam tidur.
          Kau adalah bintang sekaligus bintang untukku
Ingatkah kamu saat kau genggam tanganku untuk pertama kalinya?
Meski tanpa adanya kata, namun genggaman itu begitu erat.
Meski tanpa adanya kata namun hatiku menjadi sangat berbunga.
Meski tanpa adanya kata, namun aku yakin hati kita bersenandung
Dari datang hingga pulang, aku selalu merasakan genggamanmu.
Begitu erat seolah kau tak mau kehilanganku.
Selang waktu berjalan, akhirnya kau mengungkapkan semuanya.
Dini hari sebelumujian kau menelfonku, hanya untuk mengatakan “aku sayang kamu”
Tak sempat terbalas olehku,dan kaupun menghilang.
Kau menghilang tanpa adanya kabar.
Hingga suatu hari aku telah tau kau tak sendiri lagi.
Sakit memang, namun aku tak mampu berkata apa apa selain terimakasih.
Terimakasih telah hadir dalam hatiku meski hanya sesaat.
Aku tak akan pernah melupakanmu, dan juga kenangan tentangmu.
Kenangan yang indah untuk dikenang, namun sakit jika terlalu dalam.

Selasa, 11 September 2012

Kamuu


Boleh aku berkata aku merindukanmu saat rasa itu hadir?
Boleh aku memikirkanmu saat aku menginginkanmu ada?
Dan bolehkah aku memanggilmu sayang? Karena memang hanya dirimu yang benar-benar aku sayangi
Kamu, seperti halnya tetesan hujan di tengah kemarau
Kamu, seperti halnya letusan firewoks yang mampu mempercantik malam,
Meski kadang letusannya menyakitkan, namun semuanya akan hilang begitu aku melihatmu.
Yaa, kamu adalah orang yang mampu membuatku tersenyum meski saat aku benar-benar tak mau tersenyum.
Kamu juga yang mampu membuatku bangkit saat aku sendiri meragukan kemampuanku,
Kamu, yang mampu membuatku menghabiskan sepiring nasi goreng saat aku benar-benar tak mau untuk memakan sesuap nasi.
Kamu, capucinoku, rasa pahit takkan mampu mengalahkan manisnya bersamamu.
Kamu, my kemon, monkeyku yang selalu mampu menarik syaraf rasa bahagiaku
Kamu, my Kebi, mahluk paling aneh di planet manapun yang selalu mengundang rasa rindu itu hadir.
Tak ada kata kata yang mampu dikatakan untuk mengungkapkan betapa mengagumkannya kamu,
Terimakasih untuk tangan yang selalu menghapus butir-butir yang mengalir lewat lekuk wajahku
Terimakasih untuk pundak yang selalu bisa menjadi sandaranku
Terimakasih untuk semangkuk semangat saat aku terjatuh
Terimakasih untuk setiap garis lengkung yang bisa membuat semuanya menjadi lurus
Terimakasih, terimakasih, terimakasih.

Kamu, yang masih dirahasakan Allah :)

Sabtu, 23 Juni 2012

Bulan Itu Indah


Bulan indah memancarkan sinarnya
Sinar yang abadi dalam ingatan
Layaknya sinarmu yang menerangi dunia
Sinar yang selalu memberikan kedamaian
          Engkau adalah actor hebat dalam film terindahku
          Film terindah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya
          Dimana-mana  ada sinarmu,
  Layaknya lilin kecil yang menerangi gelapnya malam
Bulan dan bintang datang untuk mempercantik sang lagit
Sang langit berpendar dalam keabu-abuan
Berpadu indah dalam nuansa  kegalauan

Selasa, 22 Mei 2012

Bulan yang hilang


Wahai bulan, kemana engkau?
Aku tak menemukan dirimu,
Saat kutatap langit, hanya ada satu bintang
Satu bintang yang paling bersinar
Meski tanpa adanya rembulan namun ia sanggup mempercantik malam.
Pasti akan lebih indah bila ia bisa berada di sampingmu bulan,
          Langit begitu kelabu,
          Seolah-olah ia turut bersedih tanpamu,
          Tak terasa air hujan telah jatuh membahasi bumi
          Itulah yang dirasakan langit,
 saat tak ada bulan yang menyinarinya,
          Wahai bulan, kumohon kembalilah
          Meski dengan keredupan sinarmu, kau akan tetap indah bagi sang langit
          Wahai bulan kembalilah, bintangpun kesepian tanpamu
          Meski ia bisa memperindah langit, akan lebih indah bila ia bisa bersamamu
Wahai sang bulan,
Indahkan malam-malam untuk esok dan seterusnya
Tanpa ada dirimu langit bak kehilangan nadinya
Tanpa ada dirimu bintang pun kelihangan sinarnya,
Kumohon kembalilah,,
Meski dengan sinar yang redup,
bagi bintang itu pun cukup untuk menemaninya memperindah sang malam…

Minggu, 20 Mei 2012

Sinar Di Tengah Gelapnya Malam

Tatapan mata indah, begitulah aku menyebutmu

Matamu layaknya sinar rembulan yang menerangi gelapnya malam
Malam yang gelap hanya ditemani bulan dan bintang
Tak akan begitu gelap bila kulewati semuanya denganmu
      Menyaksikan indahnya senyummu
      Begitu indah jua tatapanmu
      Melihat betapa rapinya penampilanmu
      Mendengar betapa halusnya perkataanmu
      Mendengar gurauan kecilmu,
      Dengan senyuman kecil sebagai pemanis
      Lengkap sudah, kau memiliki semuanya
Bak secangkir coklat panas di tengah rintik hujan gerimis
Berpadu apik dengan kue berhias kismis
Tahukah engkau wahai “tatapan mata indah”
Aku selalu merindukanmu,
Engkau selalu hadir dalam setiap wajah yang kupandang,
Selalu ada disetiap suara yang kudengar,
Selalu ada di sela sela mata yang kutatap,
Selalu hadir disaat tawa terdengar,
Aku tak bisa menghilangkan bayanganmu,,
Aku bingung, isyarat apa ini?
Tuhan, bantu aku mengartikan semua ini