Tatapan mata indah, begitulah aku menyebutmu
Matamu
layaknya sinar rembulan yang menerangi gelapnya malam
Malam yang
gelap hanya ditemani bulan dan bintang
Tak akan
begitu gelap bila kulewati semuanya denganmu
Menyaksikan indahnya senyummu
Begitu indah jua tatapanmu
Melihat betapa rapinya penampilanmu
Mendengar betapa halusnya perkataanmu
Mendengar gurauan kecilmu,
Dengan senyuman kecil sebagai pemanis
Lengkap sudah, kau memiliki semuanya
Bak
secangkir coklat panas di tengah rintik hujan gerimis
Berpadu
apik dengan kue berhias kismis
Tahukah
engkau wahai “tatapan mata indah”
Aku selalu
merindukanmu,
Engkau
selalu hadir dalam setiap wajah yang kupandang,
Selalu ada
disetiap suara yang kudengar,
Selalu ada
di sela sela mata yang kutatap,
Selalu
hadir disaat tawa terdengar,
Aku tak
bisa menghilangkan bayanganmu,,
Aku
bingung, isyarat apa ini?
Tuhan,
bantu aku mengartikan semua ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar