Boleh aku berkata aku
merindukanmu saat rasa itu hadir?
Boleh aku memikirkanmu
saat aku menginginkanmu ada?
Dan bolehkah aku
memanggilmu sayang? Karena memang hanya dirimu yang benar-benar aku sayangi
Kamu, seperti halnya
tetesan hujan di tengah kemarau
Kamu, seperti halnya
letusan firewoks yang mampu mempercantik malam,
Meski kadang letusannya
menyakitkan, namun semuanya akan hilang begitu aku melihatmu.
Yaa, kamu adalah orang
yang mampu membuatku tersenyum meski saat aku benar-benar tak mau tersenyum.
Kamu juga yang mampu
membuatku bangkit saat aku sendiri meragukan kemampuanku,
Kamu, yang mampu
membuatku menghabiskan sepiring nasi goreng saat aku benar-benar tak mau untuk
memakan sesuap nasi.
Kamu, capucinoku, rasa
pahit takkan mampu mengalahkan manisnya bersamamu.
Kamu, my kemon, monkeyku
yang selalu mampu menarik syaraf rasa bahagiaku
Kamu, my Kebi, mahluk
paling aneh di planet manapun yang selalu mengundang rasa rindu itu hadir.
Tak ada kata kata yang
mampu dikatakan untuk mengungkapkan betapa mengagumkannya kamu,
Terimakasih untuk tangan
yang selalu menghapus butir-butir yang mengalir lewat lekuk wajahku
Terimakasih untuk pundak
yang selalu bisa menjadi sandaranku
Terimakasih untuk
semangkuk semangat saat aku terjatuh
Terimakasih untuk setiap
garis lengkung yang bisa membuat semuanya menjadi lurus
Terimakasih, terimakasih,
terimakasih.
Kamu, yang masih dirahasakan Allah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar