Selasa, 11 September 2012

Kamuu


Boleh aku berkata aku merindukanmu saat rasa itu hadir?
Boleh aku memikirkanmu saat aku menginginkanmu ada?
Dan bolehkah aku memanggilmu sayang? Karena memang hanya dirimu yang benar-benar aku sayangi
Kamu, seperti halnya tetesan hujan di tengah kemarau
Kamu, seperti halnya letusan firewoks yang mampu mempercantik malam,
Meski kadang letusannya menyakitkan, namun semuanya akan hilang begitu aku melihatmu.
Yaa, kamu adalah orang yang mampu membuatku tersenyum meski saat aku benar-benar tak mau tersenyum.
Kamu juga yang mampu membuatku bangkit saat aku sendiri meragukan kemampuanku,
Kamu, yang mampu membuatku menghabiskan sepiring nasi goreng saat aku benar-benar tak mau untuk memakan sesuap nasi.
Kamu, capucinoku, rasa pahit takkan mampu mengalahkan manisnya bersamamu.
Kamu, my kemon, monkeyku yang selalu mampu menarik syaraf rasa bahagiaku
Kamu, my Kebi, mahluk paling aneh di planet manapun yang selalu mengundang rasa rindu itu hadir.
Tak ada kata kata yang mampu dikatakan untuk mengungkapkan betapa mengagumkannya kamu,
Terimakasih untuk tangan yang selalu menghapus butir-butir yang mengalir lewat lekuk wajahku
Terimakasih untuk pundak yang selalu bisa menjadi sandaranku
Terimakasih untuk semangkuk semangat saat aku terjatuh
Terimakasih untuk setiap garis lengkung yang bisa membuat semuanya menjadi lurus
Terimakasih, terimakasih, terimakasih.

Kamu, yang masih dirahasakan Allah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar